STAI Putra Galuh Ciamis menyelenggarakan Workshop Inovasi Tari untuk Pendidikan dengan tema “Melestarikan Tari Tradisional melalui Inovasi dan Kreativitas” pada Selasa, 3 Februari 2026 di Gedung Kampus 1 STAI Putra Galuh Ciamis. Kegiatan ini menjadi wadah akademik dan kreatif bagi mahasiswa serta dosen dalam mengembangkan strategi pelestarian tari tradisional yang relevan dengan perkembangan zaman.
Workshop menghadirkan dua narasumber inspiratif dan berpengalaman di bidang seni tari, yaitu Prof. Dr. Een Herdiani, M.Sen., M.Hum. dan Rachmayati Nilakoesoemah, S.Sen.. Keduanya membagikan wawasan mengenai pentingnya inovasi sebagai jembatan antara tradisi dan kebutuhan pendidikan masa kini.
Tradisi sebagai Fondasi, Inovasi sebagai Penguat
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Een Herdiani menekankan bahwa pelestarian tari tradisional tidak cukup hanya dengan mempertahankan bentuk aslinya, tetapi juga perlu dilakukan pengembangan kreatif tanpa menghilangkan nilai dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Inovasi, menurut beliau, menjadi kunci agar tari tradisional tetap hidup dan diminati generasi muda.
Sementara itu, Rachmayati Nilakoesoemah membahas praktik kreatif dalam proses pembelajaran tari. Ia menyoroti pentingnya metode pembelajaran yang partisipatif, eksploratif, serta kontekstual agar peserta didik mampu memahami makna budaya sekaligus mengekspresikannya secara kreatif.
Baca Juga: STAI Putra Galuh Ciamis Kukuhkan 138 Sarjana dalam Wisuda Tahun Akademik 2025/2026
Antusiasme dan Kolaborasi Peserta
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa yang aktif berdiskusi dan terlibat dalam sesi praktik. Peserta diajak merancang konsep pembelajaran tari tradisional berbasis inovasi, mulai dari pengolahan gerak, penggunaan media digital, hingga pengemasan pertunjukan yang menarik bagi generasi muda.
Workshop ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya melalui pendekatan pendidikan yang kreatif dan adaptif.
Komitmen Kampus dalam Pelestarian Budaya
Melalui kegiatan ini, kampus menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan seni dan budaya yang berorientasi pada pelestarian sekaligus pembaruan. Diharapkan, workshop ini dapat menjadi langkah konkret dalam mencetak pendidik seni yang mampu menginspirasi serta membawa tari tradisional tetap eksis di tengah arus modernisasi.
- aseps admin editor
- admin editor
